Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Agustus 2017

Stop! Jangan Pernah Tinggalkan Pakaian di Kamar Mandi!

Apakah kau termasuk orang yang sering meninggalkan pakaian , menggantung , atau menaruh keranjang cucian di kamar mandi? Mulai sekarang , tinggalkanlah kebiasaan itu!

Hal ini berafiliasi dengan anutan Islam dan juga duduk perkara kesehatan. Ingatkah kau wacana kamar mandi merupakan tempatnya jin? Ini akan bersangkut paut mengapa kau tidak boleh meninggalkan pakaian di kamar mandi.
Menggantung baju / Gambar via travelreadymd.com
Inilah mengapa kau tidak boleh meninggalkan pakaian di kamar mandi:
  1. Baju yang Digantung Lama akan Menjadi Sarang Bakteri

    Kamar mandi juga sarang dari kuman dan bakteri. Jika kau meninggalkan pakaian atau handuk di kamar mandi , kau akan mendapati pakaianmu yang penuh dengan bakteri. Hal ini akan mengancam kesehatanmu.
  2. Kamar Mandi yakni Sarang Setan

    Kamar mandi itu kotor , dan daerah yang kotor disukai oleh setan. Dalam hadits pun disebutkan bahwa kamar mandi yakni sarangnya setan.

    Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda , "Sesungguhnya tempat-tempat buang hajat ini dihadiri (oleh para setan) , maka kalau salah seorang dari kalian hendak masuk kamar mandi , ucapkanlah 'Ya Yang Mahakuasa , bersama-sama gue berlindung kepada-Mu dari setan laki-laki dan setan perempuan'." (Hadits riwayat Ahmad (4/373) , Ibnu Majah (296) , Ibnu Hibban (1406) , dan Al Hakim (1/187).
  3. Menumpuk Baju Kotor yakni Tipu Daya Setan

    Yang Mahakuasa Ta'ala tidak menyukai hal-hal yang kotor , sebaliknya jin dan setan menyukai hal yang kotor. Meninggalkan baju kotor di dalam kamar mandi yakni salah satu muslihat jin , dan mereka senang kita tidak memperhatikan barang-barang kita. Selain itu , hal ini besar lengan berkuasa pada kesehatan kita menyerupai yang sudah dijelaskan pada poin sebelumnya.
Itulah mengapa kita tidak boleh meninggalkan pakaian di kamar mandi. Karena selain buruk dari sisi agama Islam , hal itu juga buruk ditinjau dari kesehatan.

Selasa, 15 Agustus 2017

Jangan Ragu untuk Menangis alasannya Menangis ialah Ibadah

Setiap orang pasti pernah menangis , bau tanah , muda , laki-laki , maupun perempuan , semua pernah dan tentu boleh menangis. Bahkan , tanda kehidupan seorang bayi ditandai dengan adanya tangisan.

Terkadang orang akan ragu untuk menangis , sebab merasa menangis yaitu perbuatan yang sia-sia. Tapi ternyata , menangis dapat dinilai ibadah , asalkan menangis tidak asal dan hanya tangisan khusus yang dinilai ibadah.
Menangis ketika beribadah / Gambar via algerie-dz.com

Inilah tangisan yang dapat dinilai ibadah

Menangis dapat dinilai ibadah ketika menangis dilandaskan pada Al Qur'an dan Sunnah Nabi , yaitu menangis yang terjadi semata-mata sebab takut kepada Yang Mahakuasa Ta'ala. Bahkan , Al Qur'an mempertanyakan keimanan orang yang tidak pernah menangis ketika mendengar ayat-ayat Al Qur'an. Yang Mahakuasa Ta'ala berfirman:

"Maka apakah kau merasa heran terhadap pemberitaan itu? Dan kau menertawakan dan tidak menangis? Sedang kau melengahkannya? Maka bersujudlah kepada Yang Mahakuasa dan sembahlah Dia."

Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda , "Tidak akan masuk neraka orang yang menangis sebab takut kepada Yang Mahakuasa Ta'ala dna tidak akan masuk surga orang yang terus menerus berbuat dosa. Sekiranya kau tidak berdosa pasti Yang Mahakuasa Ta'ala akan mendatangkan orang-orang yang berdosa kemudian Dia mengampuni mereka."

Orang yang beriman akan menangisi dosa-dosanya. Sebaliknya , jikalau tidak menangisi dosa , sama saja orang tersebut memeliharanya. Dan orang yang memelihara dosa tentu akan dijauhkan dari surga.

Orang-orang ketika ini lebih banyak tertawa daripada menangis , bahkan hingga berusaha untuk membuat-buat semoga tertawa. Sekiranya tawa ini kita lakukan untuk kepentingan alam abadi , pasti kita akan banyak menangis dan jarang tertawa selama di dunia. Karena orang yang tidak mau menangis di dunia akan menangis di akhirat.

Dari Abdillah bin Amr , ia berkta: Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda , "Sekiranya kau mengetahui apa yang saya ketahui pasti kau banyak menangis dan jarang tertawa , sekiranya kau mengetahui apa yang kuketahui pasti ada diantara kau yang bersujud hingga patah tulang rusuknya , dan pasti berteriak menangis hingga habis suaranya. Menangislah kau kepada Yang Mahakuasa Ta'ala , apabila kau tidak bisa menangis , maka usahakan hingga mampu."

Wallahu a'lam bishawab.

Menunda Sholat sebab Pekerjaan Apakah Diperbolehkan?

Dalam sehari , sholat wajib yang harus kita lakukan ada lima waktu. Dari lima waktu tersebut kebanyakan berada di ketika kita tengah sibuk dalam pekerjaan kita , hingga kesudahannya kita menunda sementara sholat kita.

Padahal sesungguhnya , Yang Mahakuasa Ta'ala menempatkan sholat di waktu-waktu tersebut biar kita dapat beristirahat sejenak dari kesibukan kita. Tapi justru kebanyakan orang menunda sholat mereka dengan alasan sibuk bekerja.
Sibuk bekerja / Gambar via knote.com

Apakah menunda sholat dengan alasan pekerjaan diperbolehkan?

Jika menunda sholat masih dalam rentang waktu awal hingga final waktu , dan sholat masih dikerjakan pada waktunya , maka hal tersebut diperbolehkan. Karena menyegerakan sholat di awal waktu yaitu perkara afhaliyah (hal yang utama) , tidak hingga wajib.

Ini juga boleh dilakukan bila tidak ada sholat jama'ah di masjid. Jika ada sholat jama'ah di masjid , maka wajib mendirikan sholat jama'ah. Kecuali bila dia memiliki udzur syar'i untuk tidak menghadiri sholat jama'ah.

Namun , bila penundaan ini hingga keluar waktunya , maka ini yang tidak diperbolehkan. Kecuali bila memang orang tersebut terlalu larut hingga lupa. Tapi jangan hingga begitu ya. Kesibukan duniawi melalaikan kewajiban sholat. Jikalau memang benar-benar lupa , perhatikan sabda Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam berikut ini.

Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda , "Barangsiapa yang tertidur hingga dia melewatkan sholat , atau terlupa , maka hendaknya dia sholat ketika dia ingat."

Dalam kasus ini , segeralah sholat ketika ingat , dan hal ini diperbolehkan.

Namun , beda kasusnya bila dia sesungguhnya ingat , namun dengan alasan pekerjaan dia tunda sholatnya hingga habis waktu sholat , maka inilah yang haram dan tidak diperbolehkan. Meskipun dia tetap sholat , maka sholatnya ini tidak diterima.

Makara , lebih baik memang segeralah sholat sesibuk apapun itu. Usahakan tidak menunda , bila memang kau termasuk orang yang pelupa , buatlah alarm sholat biar tidak lupa. Semoga bermanfaat!

Senin, 14 Agustus 2017

Naik Haji dan Membiayai Anak Hingga Sukses Rahasia Ibu ini hanya Berjualan Getuk!

Jalan kesuksesan itu ada berbagai , dan jikalau kita ingin menyerupai Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam , kita bisa mencontoh dia dengan menjadi pengusaha. Jika jalan yang ditempuh benar dan selalu berdo'a pada Yang Mahakuasa Ta'ala , maka bukan mustahil jikalau kita akan menjadi sukses.

Namun terkadang , orang merasa bahwa jualannya kurang menguntungkan atau untung yang didapatkan kurang banyak , sehingga mudah berputus asa. Padahal , bisa jadi dari perjuangan kecil tersebut dapat memperoleh berkah , bukan hanya keuntungan.
Ilustrasi getuk / Gambar via indonesia-tourism.com

Naik haji dan membiayai anak hingga sukses , belakang layar ibu ini hanya berjualan getuk!

Siapa tak kenal getuk? Makanan tradisional berbahan dasar singkong ini berbagai dijual di pasar-pasar tradisional dan tak jarang di toko buah tangan sudah banyak yang menjualnya.

Jangan kira berjualan getuk tidak dapat menghasilkan untung yang besar , ibu ini justru menerima untung dan berkah luar biasa dari Yang Mahakuasa Ta'ala melalui berjualan getuk.

Ia ialah Temu Harno Wiharjo , seorang ibu yang berhasil menuntaskan pendidikan keempat anaknya dengan modal berjualan getuk. Dari berjualan getuk pula , Yang Mahakuasa Ta'ala menawarkan kesempatan bagi ibu Temu untuk dapat menunaikan ibadah haji sekitar 2 tahun yang lalu.

Usaha ibu Temu bukan tergolong perjuangan besar. Beliau menjual getuknya di Pasar Prambanan dan hanya menggunakan nampan seadanya sebagai ganjal getuk. Usaha itu telah dia geluti selama kurang lebih setengah kala dan akhirnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan pendidikan anak-anaknya.

Ibu Temu telah memulai usahanya ini semenjak berusia 15 tahun. Meski telah berusia lanjut , dia tetap enggan mengakhiri usahanya alasannya ialah perjuangan ini ialah warisan dari orang tuanya. Dan hingga sekarang dia masih membuat getuk dengan sangat telaten.

Kini , di Pasar Prambanan hanya Ibu Temu lah penjual getuk yang masih bertahan , yang lain sudah meninggal dunia. Dulunya , setiap pengunjung yang datang ke Pasar Prambanan tidak pernah melewatkan getuk buatan Ibu Temu , namun kini sudah berkurang peminatnya.

Jika dulu dia dapat memproduksi hingga 50 kg per hari , kini hanya bisa 20 kg per hari. Satu porsi getuk yang dibungkus daun pisang ini dihargai Rp 1.000 ,-. Untung yang didapatkan pun tak banyak , hanya sekitar Rp 10.000 ,- hingga Rp 20.000 ,- saja per hari. 

Ibu Temu senang melakoni usahanya meski untung yang didapatkan tak seberapa. Hal ini dikarenakan , saat berjualan dia dapat berjumpa dengan pelanggan dan sesama pedagang pasar. Selain itu , dia mengaku lebih akrab dengan suami yang setiap pergi dan pulang dari pasar bersama-sama.

Wanita yang tinggal di Karangmojo , Purwomartani , Kalasan ini mengatakan bahwa ia berhasil menyekolahkan anaknya hingga menjadi perawat dan tentara. Namun sayangnya , dua anak perempuannya sudah meninggal alasannya ialah sakit.

Ibu Temu mengajarkan kita bahwa kesuksesan tidak dinilai dari besar kecilnya suatu perjuangan , alasannya ialah kesuksesan itu ialah saat rezeki yang kita dapat itu berkah dan membahagiakan kita.

Aneh! Pria ini Menceburkan Diri ke Laut untuk Naik Haji!

Sebagai orang muslim , sudah sewajarnya kalau ia ingin pergi ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji. Untuk menyempurnakan rukun Islam , untuk meningkatkan keimanan , dan biar lebih erat kepada Yang Mahakuasa Ta'ala.

Di zaman yang sudah serba canggih ini , orang Indonesia yang ingin beribadah haji biasanya akan naik pesawat , alasannya waktu yang ditempuh paling cepat daripada transportasi lainnya. Namun , pria ini justru menceburkan diri ke laut untuk dapat hingga ke Tanah Suci!
Ilustrasi / Gambar via ghostinthemachine.net

Pria ini menceburkan diri ke laut untuk naik haji!

Penumpang KMP Permata Lestari I rute Palembang-Bangka Belitung dikejutkan oleh agresi seorang pria yang tiba-tiba menceburkan diri ke dalam laut.

Salah satu saksi yang berjulukan Ahmad (42) , mengatakan bahwa pria yang belum diketahui identitasnya itu selalu murung dikala di atas kapal. Ahmad menerka pria itu sedang depresi , alasannya sebelum terjun ia sempat berpamitan pada penumpang lain dan mengatakan ingin pergi naik haji ke Makkah , lalu ia menceburkan diri dan tidak muncul lagi ke permukaan.

"Sebelum terjun ke laut , ia bilang , 'besok saya akan naik haji , innalillahi wainnailaihi rojiun' ," ungkap Ahmad.

Awak kapal segera menghubungi Polair dan Basarnas untuk mencari korban. Kapolres Banyuasin , AKBP Andi Sudarmadi , mengatakan bahwa berdasarkan laporan Pospol Air Sungsang , korban melompat dari kapal feri KMP Permata Lestari 1 di perairan Tanjung Muaro Banyuasin.

Indentitas pria tersebut masih diselidiki , pasalnya tak ada kartu tanda pengenal apapun di dalam tasnya. Tas yang dibawa pria tersebut hanya berisi snack dan makanan.

Na'udzubillahi min dzalik.

Minggu, 13 Agustus 2017

Hebat! Buah Menabung Belasan Tahun Mengantarkan Tukang Becang ini ke Tanah Suci!

"Hemat pangkal kaya" , itulah peribahasa yang sering diajarkan pada kita ketika masih SD. Satu lagi peribahasa yang relevan dengan peribahasa itu yaitu , "Sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit".

Ternyata , orang zaman dahulu membuat ungkapan menyerupai ini didasarkan juga pada dongeng nyata. Pelajaran yang dapat terjadi di dunia aktual dan benar-benar terjadi. Tak ada yang tak mungkin , meski dalam keadaan susah jikalau kita terus berusaha maka harapan kita akan tercapai. Inilah yang terjadi pada tukang becak gigih berjulukan Uut.
Uut / Gambar via solopos.com

Buah menabung belasan tahun mengantarkan tukang becak ini ke Tanah Suci!

Sri Mulyono nama aslinya , tukang becak asal Cemani , Grogol , Sukoharjo yang bulan Maret nanti akan pergi ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah umroh. Ia menyisihkan penghasilannya sebagai tukang becak selama belasan tahun untuk menunaikan ibadah umroh , meskipun kita tahu bahwa penghasilan tukang becak pun tak seberapa.

Uut yang biasa mangkal di Jl. KH. Samanhudi , Solo , berkata , "Dulu ketika timbul niat ibadah umroh , saya tidak tahu kapan itu akan terwujud. Tapi dengan keyakinan bahwa saya bisa , saya tidak problem harus menunggu lama."

Terkadang , Uut harus mendapatkan kenyataan bahwa di hari itu tidak ada yang menggunakan jasanya. Terkadang jikalau sedang sepi dan penghasilannya sedikit , Uut justru menyedekahkannya dengan keyakinan bahwa Yang Mahakuasa Ta'ala pasti akan menggantinya.

Dan benar saja , setelah itu penumpangnya kembali banyak. Meski sama-sama membutuhkan uang , ketika melihat penumpang yang dirasa kurang bisa , Uut justru tidak mau dibayar oleh penumpang tersebut.

Jika penghasilannya cukup banyak , Uut akan menabungnya. Cara menabungnya pun cukup unik , yaitu dengan cara meminjam uang kepada saudaranya. Selanjutnya Uut akan mencicil hutang tersebut. Ia mengatakan bahwa dengan cara ini ia akan tetap semangat bekerja.

Kini , tabungan Uut sudah mencapai Rp 24 juta. Ia sudah mendaftarkan dirinya ke agen haji yang lokasinya tidak jauh dari tempatnya bekerja.

Meski uang tabungan Uut masih kurang untuk biaya paspor dan vaksin meningitis , namun pihak agen sepakat akan melunasinya.

MasyaAllah , inilah buah dari tabah , lapang dada , dan tawakal. Berusaha di jalan Yang Mahakuasa Ta'ala , dengan yakin berdo'a bahwa Yang Mahakuasa Ta'ala pasti akan mengabulkan. Yang Mahakuasa Ta'ala akan mengabulkan setiap do'a hamba-Nya. Mungkin tidak sekarang , namun nanti di ketika yang sempurna Yang Mahakuasa Ta'ala akan mengabulkannya.

MasyaAllah dalam Kupasan Semangka Terdapat Lafadz Allah!

Bukti kebenaran agama Islam sudah Tuhan Ta'ala tunjukkan melalui banyak sekali peristiwa. Inilah yang menguatkan keteguhan hati para pemeluk Islam untuk semakin percaya bahwa agama Islam yakni benar.

Salah satu yang sering ditemui yakni adanya lafadz "Allah" pada benda-benda di bumi , misalnya buah , sayur , badan insan , atau bahkan di awan. Dan baru-baru ini , ada bukti kekuasaan Tuhan Ta'ala yang ditunjukkan melalui munculnya lafadz "Allah" pada buah semangka.
Lafdz Tuhan pada semangka yang dibeli Iqbal / Gambar via naij.com

Dalam kupasan semangka ini terdapat lafadz "Allah"

Seorang pria di Leicester , Inggris , mengklaim bahwa ia menemukan lafadz "Allah" pada buah semangka yang gres saja dibelinya. Pria berjulukan Asif Iqbal ini pun terkejut dengan hasil temuannya , ia lalu memanggil seluruh anggota keluarganya untuk melihat tanda-tanda kekuasaan Tuhan Ta'ala ini.

Dan tak hanya di lingkungan keluarga , ternyata kabar tersebut cepat menyebar membuat orang-orang berdatangan ke rumahnya. Pria berusia 31 ini tak hanya mempertontonkan pada orang yang datang dan bukan pula meminta bayaran , justru ia membagi-bagikan semangkanya pada orang yang datang.

Orang yang datang begitu banyaknya sampai ia lupa menghitungnya. Semangka yang dibeli Iqbal di supermarket Tesco seharga 2 poundstreling itu benar-benar menyedot perhatian publik.

Ayah empat anak ini kemudian berbicara dengan seorang ulama mengenai temuannya ini. Ulama tersebut mengatakan bahwa itu hanyalah salah satu tanda peringatan Tuhan Ta'ala biar kita senantiasa mengingat-Nya.

MasyaAllah , benar-benar Tuhan Ta'ala Maha Kuasa.

Sabtu, 12 Agustus 2017

Hati-Hati! Jangan Pakai Kerudung Berbahan Satin! Inilah Alasannya

Maraknya pengguna jilbab sekarang menjadikan dunia mode jilbab semakin berkembang. Kalau dulu hanya jilbab atau kerudung berbahan katun , kini ada banyak macamnya. Mulai dari sifon , satin , model pashmina , dan lainnya.

Ini memudahkan pengguna jilbab memilih kerudung mana yang nyaman dipakai , termasuk juga model yang cocok untuknya. Namun , jangan sembarangan dalam memilih materi kerudung , alasannya yaitu salah pilih dapat menimbulkan hal buruk pada rambut. Seperti halnya memilih kain satin yaitu ilham buruk untuk kerudung , kenapa ya?
Jilbab satin / Gambar via Pinterest Bajufoundry

Jangan pakai kerudung berbahan satin!

Kebanyakan orang yang mengenakan kerudung akan terlihat lebih mengagumkan , namun di sisi lain , juga harus mempertimbangkan kesehatan rambut dan kulit kepala yang ditutupi kerudung. Hal ini dikarenakan banyaknya kasus duduk perkara kesehatan rambut dan kulit kepala alasannya yaitu berkerudung.

Salah satu alasannya yaitu penggunaan materi kerudung. Kerudung berbahan satin memang halus , bahkan licin dan mengkilap , namun tidak baik untuk rambut dan kulit kepala alasannya yaitu dapat menyebabkan ketombe.

Hal ini dikarenakan materi satin tidak dapat menyerap keringat dengan baik. Kondisi ini menyebabkan rambut lepek dan lembab , lebih parah lagi dapat menyebabkan ketombe. Oleh alasannya yaitu itu , sebaiknya pilih materi lain untuk kerudung ibarat materi polyspun.

Namun jikalau tetap ingin menggunakan materi satin , sebaiknya gunakan pula lapisan atau dalam sebelum menggunakan kerudung satin. Gunakan lapisan yang terbuat dari materi katun , biar dapat menyerap keringat lebih baik.

Semoga bermanfaat!

Jumat, 11 Agustus 2017

Hati-Hati dengan Biro Perjalanan Haji dan Umroh Penipu! Inilah Tips Mengetahuinya

Mayoritas masyarakat Indonesia yaitu penganut agama Islam. Sebagai pemeluk agama Islam , tentunya setiap umat Islam ingin melengkapi rukun Islam yang terakhir , yaitu berangkat haji.

Tingginya minat ibadah haji dan umroh oleh masyarakat Indonesia menimbulkan peluang urusan ekonomi sekaligus pemicu banyaknya penipuan oleh distributor perjalanan haji dan umroh. Jika sudah tertipu , tentu saja akan merugikan calon jamaah haji atau umroh. Lalu , bagaimana semoga tidak tertipu?
Beribadah haji / Gambar via time.com

Inilah tips semoga tidak tertipu dengan distributor perjalanan haji dan umroh

Hal pertama yang paling penting yaitu cek legalitas distributor perjalanan. Kelegalitasan distributor perjalanan mampu dicek di haji-kemenag.go.id. Di sini , calon jamaah haji dapat mengecek legalitas distributor perjalanan yang menyediakan haji dan umroh. Jika tidak muncul , maka distributor tersebut tidak memiliki izin.

Selanjutnya , pastikan jadwal penerbangan harus pulang pergi. Karena ada kasus dimana jamaah haji dan umroh tidak disediakan tiket pulang ke Tanah Air. Dan lebih parah lagi , adanya penelantaran jamaah haji dan umroh di Tanah Suci.

Dan yang tak kalah penting yaitu testimoni dari yang sudah pernah berangkat haji atau umroh dengan salah satu distributor perjalanan. Atau tanyakan pada yang sudah pernah berangkat ke Tanah Suci , bagaimana distributor perjalanan tersebut.

Waspada juga dengan adanya iming-iming harga murah , bahkan dibawah setelah harga dari biasanya. Bisa saja itu penipuan. Jikapun tidak penipuan , mungkin saja kau memang diberangkatkan , tapi hingga di Tanah Suci ditelantarkan , dan banyak kemungkinan lainnya.

Kaprikornus , berhati-hatilah dalam memilih distributor perjalanan haji dan umroh. Semoga ibadah haji atau umroh yang kita lakukan diterima oleh Yang Mahakuasa Ta'ala. Aamiin.

Kamis, 10 Agustus 2017

Inilah Solusi Ampuh dari Ulama untuk Mengatasi Kekurangan dari Pasangan

Sesempurnanya insan , mereka pun memiliki kekurangan , kecuali Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam , insan istimewa pilihan Tuhan Ta'ala. Manusia biasa ibarat kita pasti memiliki kesalahan-kesalahan dan tak sempurna.

Mungkin fisik tepat , namun diluar itu ada ketidak sempurnaan yang dimiliki. Begitu juga dalam hal pasangan. Dalam hidup berumah tangga , sebagai insan kita pun memiliki kekurangan , begitu pula pasangan kita. Lalu , bagaimana kita mendapatkan dan mengatasi kekurangan pasangan?
Suami istri / Gambar via shareyouressays.com

Inilah solusi ampuh dari ulama untuk mengatasi kekurangan dari pasangan

Imam Ibnul Jauzi dalam kitab Shaidul Khatir berkata , "Seorang pria yang telah berhasil mendapatkan seorang istri yang baik fisik dan akhlaknya , maka dia disarankan untuk memaafkan kekurangan-kekurangannya."

Tips semoga dapat mengatasi kekurangan pasangan , bagi suami tataplah istri dengan penuh kasih sayang. Lihatlah setiap guratan di wajahnya yang menjadi bukti kesetiaannya dalam mendampingi hidup , dikala suka maupun duka. Tatap dengan penuh cinta dan kasih sayang dari hati yang terdalam.

Ingatlah kembali masa-masa bahagia Anda bersama sang istri. Saat pertama jatuh cinta padanya , mengenang kembali betapa indahnya karunia Tuhan Ta'ala. Daripada sibuk mencari-cari kesalahan istri.

Begitu juga bagi para istri , ingat kembali peluh sang suami setelah bekerja mencari nafkah. Menjaga keluarga sebagai wujud tanggung jawabnya. Ingat juga saat-saat suami menemua mertua untuk meminang.

Ingat juga dikala sang suami dengan mantap mengucapkan kalimat janji di depan banyak orang. Maka bersyukurlah ketika laki-laki sudah menjadi suami dan wanita sudah menjadi istri. Karena di luar sana , masih banyak yang belum mendapatkan sahabat hidup ibarat kehidupan Anda.

Wallahu a'lam bishawab.

Inilah Hukum Sholat di Atas Kasur

Sholat yakni ibadah seorang muslim menghadap kepada Yang Mahakuasa Ta'ala. Dengan sholat , kita dapat memanjatkan do'a serta mengutarakan isi hati kepada Yang Mahakuasa Ta'ala.

Sholat dikerjakan pada bantalan yang rata , misalnya di lantai dengan beralaskan karpet atau sajadah. Tapi , ada beberapa orang yang melaksanakan sholat di atas kasur atau daerah tidur , apakah itu diperbolehkan?
Ilustrasi / Gambar via seekershub.org

Inilah hukum sholat di atas kasur

Meskipun tidak sedang sakit , sholat di atas kasur boleh selama tidak goyang-goyang dan orang sholat mampu menempelkan seluruh anggota sujud di atas kasur dikala sujud.

Dalam hal ini , para ulama pertanda beberapa hal. Yang pertama yakni keterangan Al Khathab , dia menyatakan , "Dinyatakan dalam kitab At-Taudhih , wacana sholat di atas kasur , tidak ada perselisihan pendapat wacana bolehnya." (Mawahibul Jalil , 1/520)

Kedua , keterangan dari Imam An-Nawawi , dia menjelaskan , "Syarat sholat wajib yakni orang sholat menghadap kiblat , jikalau dia menghadap kiblat dan menyempurnakan rukunnya , di atas tandu atau kasur dan semacamnya dan benda itu tegak di atas punggung unta maka wacana hukum keabsahannya ada dua pendapat dalam mazhab syafiiyah. Pendapat yang besar lengan berkuasa , sholatnya sah. Dan inilah pendapat dominan , sebab hukumnya sama dengan sholat di atas perahu." (Al-Majmu Syarh Muhadzab , 3/221)

Ketiga , keterangan dari Syaikh Shalih , dia ditanya perihal sholat di atas kasur atau daerah yang lebih tinggi sebab ragu dengan kesucian daerah di bawah. Kemudian dia menjawab , "Dibolehkan seseorang sholat di daerah yang agak tinggi , menyerupai kasur atau semacamnya , jikalau daerah itu suci dan dia mampu sholat dengan damai , tidak goyang-goyang , atau tidak menimbulkan sholatnya terganggu atau tidak sempurna." (Al-Muntaqa min Fatawa Al-Fauzan , 2/143)

Wallahu a'lam bishawab.

Rabu, 09 Agustus 2017

Inilah Tips supaya tidak Putus Asa dikala Berdo'a Kepada Yang Mahakuasa Ta'ala

Ketika dilanda bencana alam atau dikala ingin meminta derma , satu-satunya yang dapat menolong yaitu Tuhan Ta'ala. Namun , dikala seseorang meminta derma kepada Tuhan Ta'ala tak kunjung ada jalan , muncullah rasa putus asa pada dirinya.

Padahal , Tuhan Ta'ala melarang hamba-Nya berputus asa alasannya yaitu yang muda berputus asa yaitu orang-orang kafir. Dalam Surat Yusuf ayat 12 , Tuhan Ta'ala berfirman , "...dan janganlah kau berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Tuhan melainkan kaum yang kafir."
Berdo'a kepada Tuhan Ta'ala / Gambar via larrypatten.com
Inilah tips biar tidak putus asa dikala berdo'a kepada Tuhan Ta'ala:
  1. Senantiasa Bersabar dan tidak Tergesa-gesa

    Dalam berdo'a janganlah tergesa-gesa , lakukalah dengan sabar. Karena sejatinya do'a yaitu penyerahan urusan , bukan penuntutan semua permasalahan dapat terselesaikan. Jika kepada insan saja undangan harus dilakukan dengan tabah , apalagi dengan Tuhan Ta'ala.
  2. Terus Mendekatkan Diri Kepada Tuhan Ta'ala

    Jika do'a tak kunjung dikabulkan , kau seharusnya lebih mendekatkan diri kepada Tuhan Ta'ala. Bukannya menjauh dan melaksanakan perbuatan yang dibenci Tuhan Ta'ala. Mulailah dengan mendirikan sholat sempurna waktu , mendirikan sholat sunnah , mengaji , banyak berdzikir.
  3. Menjadikan Sholat dan Sabar sebagai Penolong

    Dalam surat Al Baqarah ayat 153 , Tuhan Ta'ala berfirman , "Hai orang-orang yang beriman , jadikan tabah dan sholat sebagai penolongmu , gotong royong Tuhan beserta orang-orang yang sabar."

    Sudah terang jikalau Alah Ta'ala memerintahkan kita untuk tabah dan terus menunaikan sholat supaya Tuhan Ta'ala menunjukkan derma untukmu.
  4. Tuhan Ta'ala Maha Mendengar Segala Keluh Kesah Kita

    Ucapkanlah nama Tuhan Ta'ala sebelum berdo'a supaya hati dan keyakinan kita mantap kepada-Nya. Tuhan Ta'ala yaitu As-Sami' yang berarti Maha Mendengar. Tuhan Ta'ala yaitu sebaik-baik pendengar atas segala keluh kesah kita meski kita hanya mengucapkannya di dalam hati.
  5. Tuhan Ta'ala Maha Menyempitkan

    Yakinkanlah pada hati kita bahwa selalu ada solusi dan pesan yang tersirat dibalik semua kesulitan. Segala permasalahan menjadi sempit gotong royong berasal dari Tuhan Ta'ala dan Tuhan Ta'ala pula yang melapangkannya alasannya yaitu sifat-Nya yaitu Al Basit (Maha Melapangkan).
  6. Tuhan Ta'ala Maha Melihat Kesulitan Kita

    Tuhan Ta'ala yaitu Al Bashir (Maha Melihat). Segala kesulitan kita selalu terlihat oleh Tuhan Ta'ala. Ketika kita menangis dan bersedih dikala berdo'a , yakinlah bahwa Tuhan Ta'ala Maha Melihat. Jikapun kesulitan masih ditangguhnya , itu artinya Tuhan Ta'ala ingin kita lebih akrab dan terus akrab kepada-Nya.
  7. Menyibukkan Diri

    Keputusasaan dalam diri akan semakin kita rasakan jikalau kita terus memikirkannya. Oleh alasannya yaitu itu , sibukkanlah dirimu dan isilah dengan aktivitas yang bermanfaat. Misalnya bekerja , melaksanakan aktivitas sosial , mendatangi majelis-majelis , dan aktivitas bermanfaat lainnya.
  8. Mengetahui Proses Dikabulkannya Sebuah Do'a

    Setiap orang pasti menginginkan do'a yang dia panjatkan dikabulkan oleh Tuhan Ta'ala. Padahal , ada beberapa jalan dikabulkan atau tidaknya suatu do'a itu. Pertama , Tuhan Ta'ala akan mengabulkan do'a menyerupai yang dipanjatkan.

    Kedua , do'a akan dikabulkan namun menunggu waktu yang sempurna menurut Tuhan Ta'ala. Dan yang ketiga , Tuhan Ta'ala menundanya di alam abadi atau menggantinya dengan perkara yang lebih baik menurut-Nya.
Itulah tips biar kau tidak putus asa dikala berdo'a kepada Tuhan Ta'ala. Percayalah , Tuhan Ta'ala akan menunjukkan yang terbaik bagimu alasannya yaitu Dia Yang Maha Mengetahui. Makara , berbaik sangkalah pada Tuhan Ta'ala.

Senin, 07 Agustus 2017

Hati - Hati! Hal Sepele ini Justru dapat Menurunkan Kualitas Puasamu!

Bulan Ramadhan yaitu bulan yang penuh rahmat. Segala kebaikan kita dilipat gandakan pahalanya. Tentu saja bulan ini menjadi lebih spesial dari bulan yang lain bagi umat Islam.

Karena spesial itu , tentu juga ada hal - hal yang harus dihindari. Meskipun di hari dan bulan selain Ramadhan hal ini terkesan sepele , namun saat bulan Ramadhan jangan remehkan hal ini alasannya yaitu dapat menurunkan kualitas puasa yang kau jalankan.
Puasa / Gambar via islam.ru
Inilah hal sepele yang dapat menurunkan kualitas puasamu:
  1. Riya' dalam Beribadah

    Bulan Ramadhan memang bulan yang sempurna untuk meningkatkan ibadah. Namun sayangnya , berlomba - lomba dalam hal ibadah ini kerap kali disalah gunakan. Kebanyakan masih sering pamer ibadahnya melalui sosial media. Padahal , ibadah seharusnya yaitu kekerabatan khusyu' antara Tuhan Ta'ala dengan hamba-Nya , bukan untuk dipamerkan.
  2. Menjaga Pandangan

    Jangan pandangan dari sosial media atau YouTube. Terkadang ada hal - hal yang tidak pantas kita lihat ada di sana.
  3. Kurangi Bermain Internet

    Menghabiskan waktu dengan berselancar di internet yaitu cara yang menyenangkan untuk melewati hari puasa hingga adzan magrib terdengar , seolah penat dan dahaga dapat ditepiskan. Namun hati - hati , inilah kenyamanan jebakan setan. Jangan hingga asyik berselancar internet jadi lupa ibadah.
  4. Cara Menghabiskan Waktu

    Kurangi menonton sinetron yang mempertontonkan keburukan serta jangan menghabiskan banyak waktu untuk bermain game. Sama dengan internet , dua hal ini yaitu jebakan setan.
  5. Jangan Terlalu Lama di Dapur

    Awal - awal puasa biasanya ibu - ibu atau para istri sedang semangat - semangatnya membuat aneka kuliner untuk berbuka atau untuk camilan. Jangan hingga hal ini justru membuat lupa akan ibadah. Memasak untuk keluarga yaitu hal yang baik , asalkan dilakukan sebagaimana mestinya dan tidak berlebihan.
  6. Jauhi Ngabuburit

    Budaya orang Indonesia yaitu ngabuburit , yaitu berburu ta'jil untuk berbuka puasa. Menyenangkan memang , tapi hati - hati jangan hingga ngabuburit malah menimbulkan pahala puasa berkurang alasannya yaitu tidak dapat menjaga pandangan dan nafsu ingin makan.
  7. Jauhi Ghibah

    Mungkin asyik rasanya membicarakan orang lain. Tapi , tahukah bahwa membicarakan orang lain atau ghibah yaitu hal yang dapat menggugurkan pahala puasa , bahkan sebagian ulama mengatakan bahwa hal tersebut membatalkan puasa.

    Kurangi mengobrol alasannya yaitu terlalu banyak mengobrol akan mengeraskan hati. Sebaiknya , perbanyaklah membaca Al Qur'an biar hati menjadi lembut.
  8. I'tikaf sebagai dalih untuk bersendau gurau di masjid

    I'tikaf dilakukan di bulan Ramadhan sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Tuhan Ta'ala. Jangan hingga di masjid hanya untuk mengobrol dan bersenda gurau dengan dalih i'tikaf.
Tak mau kan , kualitas puasa menurun dan pahala berkurang alasannya yaitu mengerjakan hal tersebut. Oleh alasannya yaitu itu , isilah hari - harimu dengan banyak beribadah , rajin sholat lima waktu dan sholat sunnah , perbanyak membaca Al Qur'an dan bersedekah. Semoga ibadah kita diterima oleh Tuhan Ta'ala , Aamiin.

Minggu, 06 Agustus 2017

Astagfirullah Perbuatan yang Dilaknat Rasulullah ini Justru Dianggap Sepele dan Banyak Dilanggar para Wanita

Tuhan Ta'ala menghendaki umat-Nya untuk melaksanakan apa yang Dia perintahkan dan menjauhi segala larangan-Nya. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam pun menetapkan beberapa hal yang ia larang. Terutama oleh para wanita.

Perbuatan ini masih banyak dilakukan oleh para wanita , baik yang berjilbab maupun yang belum berjilbab. Bahkan sebagian yang sudah tahu masih tetap melakukannya. Padahal , hal yang sepele tersebut sangat tidak disukai oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Perbuatan apakah itu?
Perbuatan yang tidak seharusnya dilakukan para wanita / Gambar via haru91.deviantart.com

Inilah perbuatan yang dilaknat oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam , namun masih dilakukan para wanita!

Perbuatan yang dilaknat itu ialah menggunakan parfum dikala keluar rumah. Apalagi jikalau tujuan dari menggunakan parfum ialah untuk menarik perhatian laki - laki yang bukan suaminya dan bukan muhrimnya.

Dalam Hadits Riwayat An Nasa'i , Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda , "Wanita mana saja yang memakai parfum kemudian lewat pada suatu kaum biar mereka mencium wangi parfum itu maka perempuan itu telah berzina." Pada Hadits Riwayat Ahmad , Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam juga mengatakan hal tersebut.

Namun ketika diingatkan , seringkali para wanita berdalih bahwa jikalau tidak memakai parfum wangi badannya akan tidak sedap.
 
Untuk mengatasi hal tersebut dan tidak melanggar larangan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam , menghilangkan wangi tak sedap dapat menggunakan penghilang wangi tubuh , penghilang wangi ekspresi , atau jaga biar baju yang dikenakan wangi dengan cara mencucinya dengan baik.

InsyaAllah dengan begitu para wanita tidak harus melanggar larangan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam.

Sabtu, 05 Agustus 2017

Apakah Islam Membolehkan Berbelanja secara Berlebihan?

Berbelanja merupakan hal yang menyenangkan , apalagi kalau kita sudah sengaja mengalokasikan sejumlah uang untuk berbelanja. Banyak barang yang diinginkan dibeli , bahkan terkadang yang tidak direncanakan dibeli ikut dibeli alasannya tertarik dengan modelnya.

Terlebih sekarang ini ada fasilitas berbelanja secara online. Orang mampu dengan mudah memilih dan membeli barang yang mereka inginkan. Terkadang ada juga yang hingga kelewat batas hingga rela berhutang demi memuaskan impian berbelanja. Lalu apakah Islam membolehkan hal yang demikian?
Belanja / Gambar via firsttoknow.com

Apakah Islam membolehkan berbelanja secara berlebihan?

Dalam laman resminya , Syekh Yusuf Al Qardhawi menyebutkan bahwa sikap rakus belanja dan menghabiskan uang sangat dikecam dalam Islam. Hukumnya terang haram meskipun uang tersebut ialah hasil keringatnya sendiri.

Karena di dalam Islam , harta bukan sepenuhnya milik langsung , tapi merupakan titipan Tuhan Ta'ala dan ada hak orang lain di sebagian harta itu.

Dalam Al Qur'an Surat An Nisaa' ayat 5 , Tuhan Ta'ala berfirman , "Dan janganlah kau serahkan kepada orang-orang yang belum tepat akalnya , harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Tuhan Ta'ala sebagai pokok kehidupan."

Ketua Perhimpunan Ulama se-Dunia , Qardhawi , mengatakan bahwa hal tersebut bukan berarti Islam melarang berbelanja. Namun , menekankan pada pentingnya prinsip wasathiyah atau keseimbangan.

Hal ini berarti belanja boleh saja , asalkan tidak berlebihan dan tidak juga terlalu irit hingga menyusahkan diri sendiri.

Menurut Qardhawi , takaran belanja berlebihan ialah pengalokasian dana untuk membeli barang yang terlampau mewah dan kurang dari segi kegunaannya. Misalnya membeli pelengkap berbahan emas , perak , intan , permata , hanya untuk perabotan rumah tangga.

Belanja berlebihan masuk ke dalam kategori tabzir yang dilarang , sedangkan irit ialah kikir. Tidak terlalu boros dan tidak terlalu irit ialah keutamaan.

Sikap berlebihan dalam berbelanja tidak disukai Tuhan Ta'ala , alasannya hal tersebut dapat mendorong seseorang untuk menerima rezeki dengan cara apapun , termasuk menempuh jalan haram.

Oleh alasannya itu , janganlah berbelanja berlebihan. Seperti momen mendekati lebaran menyerupai dikala ini , semua orang menginginkan pakaian gres untuk menyambut hari raya. Memang baik mengenakan pakaian yang baik ketika hari raya , tapi baik bukan berarti harus baru. Kenakanlah pakaian baik meskipun bukan gres , hal ini juga untuk menghindari sifat berlebihan.

Inilah Cara Membunuh Ikan yang Benar Menurut Islam

Seringkali kita galau saat akan mengolah ikan , pasalnya meskipun ikan sudah dipukul , disayat , bahkan dibuka leher dan dikeluarkan organ dalamnya , ikan tersebut masih tetap hidup.

Sebagai insan yang berperasaan tentu kita tak tega meliat makhluk hidup menyerupai itu. Tapi nyatanya kita tetap saja mengkonsumsi ikan. Lalu , bagaimana cara membunuh ikan yang benar menurut Islam?
Cara membunuh ikan / Gambar via YouTube muddyrivercatfishing

Inilah cara membunuh ikan yang benar menurut Islam

Dua hewan yang halal dimakan oleh umat Islam meskipun sudah menjadi bangkai ialah ikan dan belalang. Hal ini ditegaskan dalam sabda Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam , "Dihalalkan untuk kita dua bangkai dan dua gumpalan darah. Untuk bangkai: ikan dan belalang. Utuk gumpalan darah: liver (hati) dan limpa." (HR. Ahmad , Ibn Majah)

Oleh alasannya ialah itu , ikan yang mati dengan cara apapun hukumnya tetap halal dikonsumsi. Karena ikan tidak menyerupai kambing , ayam , sapi , atau kerbau yang memiliki leher sehingga dapat disembelih , jadi tanpa disembelih ikan pun tetap dapat dikonsumsi.

Namun , ada syarat dalam pengolahan ikan. Jika kita menerima ikan yang masih hidup dan harus segera dimasak , maka adat yang baik ialah mematikannya dengan cara yang paling cepat membuat ikan tersebut mati. Sehingga ikan tidak merasa tersiksa.

Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda , "Sesungguhnya Tuhan Ta'ala mewajibkan untuk berbuat baik kepada makhluk apapun. Karena itu , kalau kalian ingin membunuh , bunuhlah dengan cara yang baik. Dan kalau ingin menyembelih , sembelihlah dengan cara yang baik. Hendaknya kalian mengasah pisau kalian , semoga sembelihannya cepat mati." (HR. Ahmad , Nasai , Turmudzi)

Ikan ialah salah satu nikmat Tuhan Ta'ala yang dapat kita konsumsi. Oleh alasannya ialah itu , tetaplah kita perlakukan ikan dengan baik sesuai adat dalam Islam dan membunuhnya dengan cara yang baik pula.

Wallahu a'lam

Jumat, 04 Agustus 2017

Mengapa Bacaan Sholat Dzuhur dan Ashar Dipelankan?

Sebagai umat Islam , sholat yaitu perkara wajib yang harus dilaksanakan. Tak peduli kondisi kita menyerupai apa , dimana kita berada , dan acara apa yang kita lakukan , sholat tetap harus dilaksanakan.

Sholat yang baik yaitu sholat yang dilaksanakan secara berjamaah. Bahkan sholat berjamaah berpahala 27 derajat daripada sholat sendiri. Dan pasti kau pernah bertanya , mengapa ketika sholat berjamaah pada ketika dzuhur dan ashar bacaannya dipelankan tidak menyerupai subuh , magrib , dan isya'?
Sholat berjamaah / Gambar via readthespirit.com

Inilah balasan mengapa bacaan sholat dzuhur dan ashar dipelankan

Mengenai bacaan sholat dzuhur dan ashar yang dipelankan , hal ini bukanlah duduk perkara wajib atau sunnah , melainkan lebih pada boleh atau tidaknya dalam pelaksanaannya. Hal ini dilandaskan pada firman Tuhan Ta'ala pada Al Qur'an surat Al Isra ayat 110.

"Dan janganlah kau mengeraskan suaramu dalam sholatmu dan jangan pula merendahkannya , dan carilah jalan tengah antara keduanya." (Al Isra 110)

Ayat tersebut turun ketika ada masalah pada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam di Mekkah. Saat itu , dia melaksanakan sholat berjamaah bersama para sahabat. Beliau mengeraskan bacaan sholat biar para jamaah dapat mendengarnya.

Namun , kau musyrikin Mekkah yang mendengarnya malah mencaci bacaan dia , mencaci Dzat yang menurunkannya , dan mencaci pula yang menyampaikannya (Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam).

Tetapi Tuhan Ta'ala juga memberikan "dan jangan pula merendahkannya" sehingga bacaan mesti tetap terdengar oleh teman yang ada di barisan shaff pertama. Oleh alasannya yaitu itu , Tuhan Ta'ala melanjutkan dengan "dan carilah jalan tengah antara keduanya".

Dalam riwayat lain dijelaskan bahwa ketika sudah berhijrah ke Madinah , perintah tersebut gugur. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam boleh melaksanakan yang dia kehendaki antara keduanya. Dari keterangan tersebut , Tuhan Ta'ala memerintahkan biar tidak mengeraskan bacaan ketika siang hari (sholat dzuhur dan ashar) biar tidak menjadi celaan bagi musyrikin.

Untuk bacaan sholat magrib , isya , dan subuh dapat dizhahirkan. Hukum mengenai hal ini telah dijelaskan dalam shahih muslim , Abu Hurairah memberitahukan perihal keadaan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam ketika sholat.

"Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam pernah sholat bersama kami. Pada sholat dzuhur dan ashar , dia membaca Al Fatihah dan dua surat pada rakaat pertama. Sesekali dia memperdengarkan ayat yang dia baca. Beliau memanjangkan bacaan pada rakaat pertama dari sholat dzuhur dan memendekkannya pada rakaat kedua. Begitu juga sholat subuh."

Dari keterangan tersebut , pada kalimat "Sesekali dia memperdengarkan ayat yang dia baca" bahwa adanya kebolehan mengeraskan (jahar) atau memelankan (sirr) bacaan , bukan menjadi syarat sah dalam sholat.

Semoga hal tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan agama kita. Aamiin.

Jangan Salah! Inilah Penggunaan Subhanallah dan Masya Tuhan yang Benar

Sebagai seorang muslim , sudah wajar kalau kita melihat hal yang tidak wajar , misalnya sedang terkejut , kagum , senang , atau perasaan lainnya kita mengucapkan kalimat-kalimat menyerupai subhanallah , masya Yang Mahakuasa , alhamdulilah , astagfirullah , dan kalimat lainnya.

Memang kalimat-kalimat ini yang paling baik alasannya ialah mengandung arti yang baik juga , daripada latah yang malah mengucapkan kata-kata yang tidak baik. Sayangnya , kita kerap kali salah dalam penggunaan dua kata ini , yaitu subhanallah dan masya Allah. Lalu bagaimana pengucapan yang benar?
Ucapkan masyaAllah dikala melihat sesuatu yang mengagumkan / Gambar via beautyscenery.com

Inilah penggunaan subhanallah dan masya Yang Mahakuasa yang benar

Subhanallah artinya Maha Suci Yang Mahakuasa , dan diucapkan dikala melihat atau mendengar keburukan serta hal yang tidak baik. Sedangkan masya Yang Mahakuasa artinya , semua yang terjadi ialah kehendak Yang Mahakuasa dan diucapkan dikala melihat sesuatu yang mengagumkan atau mengagumkan.

Namun , kita seringkali salah dan terbalik mengucapkan kata subhanallah dan masya Allah.

Abu Hurairah pernah berkata , "Suatu hari gue berjunub dan gue melihat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam berjalan bersama para teman , lalu gue menjauhi mereka dan pulang untuk mandi junub. Setelah itu gue datang menemui Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam.

Kemudian , Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda , "Wahai Abu Hurairah , mengapakah engkau malah pergi dikala kami muncul?" Aku menjawab , "Wahai Rasulullah , gue kotor (dalam keadaan junub) dan gue tidak nyaman untuk bertemu kalian dalam keadaan junub. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda , "Subhanallah , bergotong-royong mukmin tidak najis".
" (HR. Tirmidzi)

Sedangkan mengenai kalimat masya Yang Mahakuasa , terdapat dalam surat Al Kahfi ayat 39 yang artinya , "Dan mengapa kau tidak mengatakan waktu kau memasuki kebunmu , 'Masya Yang Mahakuasa , laa quwwata illaa billaah (sungguh atas kehendak Yang Mahakuasa semua ini terwujud , tiada kekuatan kecuali dengan derma Allah). Sekiranya kau anggap gue lebih sedikit darimu dalam hal harta dan keturunan."

Jadi , jangan salah mengucapkan lagi , sesuaikan kalimat dengan keadaan yang bergotong-royong supaya tidak terjadi salah tafsir.

Kamis, 03 Agustus 2017

Salah Satu Tanda Kiamat Pasar-pasar Saling Berdekatan

Kita sekarang hidup sudah berada pada kiamat , dimana kiamat sudah semakin dekat. Sebagai umat islam kita wajib mempercayai perihal datangnya hari kiamat , hari kehancuran dunia dan seluruh isinya. Sejak zaman Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassalam , ia sudah mewanti-wanti perihal datangnya hari kiamat. Namun tak ada seorang pun tahu. Tuhan Ta'ala merahasiakan datangnya hari kiamat. Nabi Muhammad  Shalallahu 'Alaihi Wassalam sebagai utusan Tuhan pun tidak mengetahuinya. 

Namun Tuhan Ta'ala memperlihatkan tanda-tanda datangnya hari kiamat melalui Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wassalam. Salah satunya yaitu adanya pasar-pasar yang saling berdekatan menyerupai sekarang ini.

Kondisi zaman kita sekarang ini sudah pernah diwartakan oleh Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassalam , dimana jarak menjadi saling berdekatan , sehingga perjalanan dari satu pasar ke pasar lain menjadi mudah. Bahkan hanya dalam waktu singkat , seseorang sudah mampu berkeliling ke pasar-pasar di dunia , mengetahui pergerakan harga dari banyak sekali komoditas. Hal itu semua mampu terjadi karena penduduk bumi tak lagi terhalang oleh jarak. 
Pasar / gambar via abcnewspapers.com
Perkembangan teknologi , isu dan transportasi yang begitu pesat yaitu faktor yang membuat jarak tak lagi berarti di kehidupan sekarang ini. Mulai dari adanya smartphone , radio , tv , internet , kendaraan beroda empat sampai pesawat terbang , semuanya menjadi kemudahan yang memudahkan seseorang untuk melaksanakan mobilisasi secara cepat. 

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu , bahwa Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam bersabda ,
لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَظْهَرَ الْفِتَنُ وَيَكْثُرَ الْكَذِبُ وَيَتَقَارَبَ الْأَسْوَاقُ

“Kiamat tidak akan terjadi sampai muncul fitnah-fitnah dan kedustaan , dan pasar-pasar semakin saling berdekatan“. (HR. Ahmad)

Berdekatnya pasar-pasar ini dilihat dari 3 faktor :

  1. Informasi perihal naik turunya harga yang dapat diketahui dengan cepat
  2. Perjalanan dari satu pasar ke pasar lain yang dapat ditempuh dengan waktu singkat , meski jaraknya saling berjauhan.
  3. Perbedaan harga komoditas perdagangan antara pasar satu dengan pasar lainnya yang tidak terlalu jauh , dan pergerakan harga tersebut saling mengikuti satu sama lain.
Syaikh Abdul Aziz bin Baz menafsirkan maksud kalimat “Pasar-pasar saling berdekatan” dalam hadits Abu Hurairah dengan menyatakan , bahwa penjelasan yang paling mendekati pengertian hadits tersebut yaitu realitas kehidupan kita dikala ini , dimana semakin dekatnya waktu tempuh antar wilayah dan kota , karena adanya inovasi di bidang teknologi komunikasi maupun transportasi.

Wallahu a’lam bish-shawabi

Rabu, 02 Agustus 2017

Pengalaman 5 Menit Menjadi Jenazah

Suatu hari seorang ustadz menggelar pengajian dzikrul maut di sebuah masjid. Dalam pengajian itu , dia membahas bahan wacana janjkematian selama 2 jam. Pada selesai program , sang ustadz menunjukkan kepada jamaah , siapa yang siap melaksanakan simulasi menjadi mayit selama 5 menit.

Panitia pengajian telah menyiapkan segala keperluannya. Mulai dari meja , kain kafan , hingga liang lahat di bersahabat masjid. Dan alhasil ada seorang jamaah pria yang bersedia mendapatkan “tantangan” tersebut. Jamaah pria itu segera naik ke atas meja , berbaring di sana untuk dipakaikan kain kafan.
Ilustrasi mayit / gambar via nbcnews.com
Begitu si jamaah naik di atas meja , ditutuplah matanya dan ditempeli kain kafan pada pipinya. Seketika itu , diapun menangis , menangis terisak-isak. Kemudian panitia menyedekapkan tangan si jamaah dan membungkuskan kain kafan. Dua adik kembar si jamaah yang berada di sebelah meja tak kuasa menahan air mata. Mereka membayangkan kalau kakaknya benar-benar meninggal.

Terdengar hiruk pikuk orang-orang di masjid. Ada yang ikut duka dan menangis , ada pula yang hanya mengobrol. Sang ustadz menyuruh si pria itu untuk membayangkan peluang semua amal sholeh yang tidak dikerjakan olehnya , mulai dari sholat malam , puasa sunnah hingga berbakti pada orang tua.

Kemudian sang ustadz juga menyuruhnya untuk membayangkan setiap peluang dosa yang dilakukan si pria. Banyak dosa dilakukan sehingga tak sempat bertaubat dan Tuhan menghukum si pria itu.

Mendengar perintah sang ustadz , si pria semakin sesenggukan. Air matanya semakin tak tertahan. Kemudian panitia mendatangkan keranda jenazah. Si jamaah pria pun dimasukkan ke dalam keranda dan dibawa ke liang lahat.

Setelah diturunkan ke liang lahat , pria itu disuruh membuka matanya. Kemudian sang ustadz pun berkata kepada si pria bahwa inilah rumah si pria sekarang , dan sebentar lagi si pria akan ditanya oleh 2 malaikat.

Belum genap lima menit ia berada di liang lahat. Dan kemudian si pria pun keluar dari liang lahat dengan sempoyongan. Sesampainya di masjid , ia disuruh menceritakan apa yang dirasakannya dikala melaksanakan simulasi menjadi jenazah.

Si pria memegang mic dengan gemetaran. Suaranya parau. Kata-katanya tidak begitu terang sebab terhalang isak tangis. Yang terang , si pria tersebut mengaku taubat. Dia sering meninggalkan sholat dan kurang berbakti kepada orang tua. Dosa-dosanya disebutkan satu per satu. Ia tidak peduli dengan banyaknya jamaah lain yang juga berada di masjid. 5 menit menjadi mayit telah memberinya sebuah kesadaran baru.